Kamis, 06 Desember 2007

Kenapa Saya Tinggalkan Islam

salam,
cuma mo sharring aja
Mohan maaf sebelumnya, ga ada maksud menjelekan agama Islam sama sekali.


Saya lahir dari keluarga beda agama, ayah saya keturunan padang, muslim, Nenek, dan smua adik ayah bahkan sudah naik haji, (ayah saya mungkin juga akan naik haji, tapi keburu meninggal tahun 2004).
Ibu saya keturunan tionghoa, kristen. Nah bagaimana akhirnya mereka bertemu dan menikah, saya tdk tau deh hehe
Sejak kecil saya dididik dengan background ke 2 agama tsb. Beruntung baik ayah/ibu tidak memaksakan saya masuk ke agama mereka, saya di bebaskan untuk memilih mana yang baik buat saya.
So, sejak kecil saya sudah rajin ngaji, sholat dan kegereja juga, agak menyenangkan waktu itu karena dalam 1 tahun saya punya 2 baju baru (untuk lebaran dan natalan), dan juga mendapatkan 2x kesempatan untuk meminta amplop pada tetangga (lebaran dan imlek) hehehehehe
Back to the topik
Untuk lebih sederhananya, saya akan bagi menjadi beberapa sub topik, ini adalah gambaran lengkap tentang kehidupan agama saya

ISLAM dan Kitab Sucinya
Saya ingat, awal2nya saya belajar membaca AL-Quran itu dari buku iqra, namun karena saya juga membaca alkitab, saya berfikir, kitab suci seharusnya menjadi bahan komunikasi Tuhan ke manusia, namun kok al-Quran tertulis dalam bahasa Arab? Bagaimana kita mau mengerti apa yang Tuhan maksudkan untuk kita kalau itu di tulis dalam bahasa asing? (jangankan bahasa arab, saat ini baca harry potter bahasa inggris aja saya susah payah kok hehehe),
Akhirnya saya lebih suka baca terjemahan Al-Quran dibandingkan Al-Quran itu sendiri, lebih mudeng bahasa koreanya. Disini saya mendapati ada banyak kesamaan antara Alquran dan alkitab (sekitar 60-70% walaupun jujur saya belum membaca keduanya hingga selesai).
Karena Alkitab ditulis lebih dahulu dibandingkan Al-Quran, maka jelaslah AL-QURAN itu Copas dari Alkitab (beda dengan Alkitab yang perjanjian lamanya juga copas dari taurat Musa dan zabur Daud, namun klo di Alkitab keduanya ditulis sesuai aslinya, sedang pada AlQuran di tulis seakan2 suatu surat baru)
Selain itu
Saya juga sedih sekali saat mengaji, banyak teman ngaji mengejek, spt “cina kok ngaji, cina kok solat”. Ini menjadi salah satu bahan pertimbangan saya
Saat smp,
Karena tulisan saya jelek (hingga kini juga masih jelek dan acak-acakan), kalau tulis latin saja jelek, apalagi tulis arab, saya ingat betul saya harus membayar teman saya 500-1000 rupiah(uang jajan saya 1 hari) untuk pr tulisan arab (saat itu tahun 1992-1994).
Di SMP saya juga ingat, pernah 1 kali guru agama Islam membaca Ayat, yang ada frasa “Kami” yang mengacu pada Tuhan, saya bertanya kok spt itu? Bukannya di jawab saya saya malah di usir keluar, so sad about that. (maaf sudah lupa ayat dimana karena sudah belasan tahun yl)
Makanya saya juga heran banyak rekan2 muslim mengkristisi Tritunggal agama Kristen, padahal di AL-Quran adan banyak kata “Kami” yang mengacu pada Tuhan. Tanya kenapa?

Selain itu saya juga berfikir dengan dituliskannya Al-Quran dalam bahasa arab, dan ada kewajibab naik haji ke Mekah, saya berfikir ada perlakukan khusus dalam ajaran Islam bagi bangsa Arab, saya berimajinasi di surga sana bangsa Arab akan mendapatkan tempat VIP sedangkan indonesia, afrika dll akan mendapatkan surga kelas ekonomi. (ini hanya imajinasi saya saja, smoga tidak terjadi begitu)
Beberapa thn yl, bangsa Israel juga mencoba hal ini bagi umat Kristen, agar umat Kristen yg mampu wajib ke Israel, yang tujuannya Adalah DEVISA, namun puji Tuhan hal itu tidak terjadi.
Bicara soal naik haji, nenek saya di padang sudah 3 x naik haji 1x umrah, agak ironis dengan keadaan keluarga di jkt, setelah ayah meninggal, kami kekurangan, smentara saya masih kuliah, adik saya masih smp, ga ada pertolongan sama sekali dari keluarga besar di padang, malah keluarga mama yg banyak menolong. Tapi ini saya tau, bukan salah agama Islam sama sekali, hanya salah manusiannya saja.
Dan saya emang udh kristen smenjak SMA.
Puji Tuhan, kami bisa survive, skrg saya sdh lulus dan bisa bekerja mencukupi keluarga.

ISLAM dan ajarannya
Kalau memperhatikan ajaran Islam, ada banyak kemiripan dengan taurat. Di bait suci musa, Daud, Salomo/Sulaiman, di pelatarannya terdapat bejana pembasuh, mezbah korban bakaran, di ruang suci terdapat 7pelita emas, meja roti, dan ukupan, di ruang maha kudus terdapat tabut berjanjian.
Bejana pembasuh berfungsi kalau imam mau masuk ke ruang kudus, agar mencuci kaki tangan dsb, yang saya lihat mirip dengan fungsi air wudhu.
Mengenai wudhu, saya berfikir, Dia adalah Tuhan, seharusnya Dia lebih memperhatikan yang tidak keliatan dibandingkan yang keliatan. Buat apa wudhu pakai air AQUA, sholat memakai baju baru buatan versace, tapi hatinya busuk dan rajin korupsi. So saat mendekat ke Tuhan seharusnya kita me wudhukan hati kita, bukan tubuh kita. Menurut saya, saat menghadap Tuhan, fisik is doesn’t matter.
Mezbah korban bakaran berfungsi membakar persembahan bangsa Israel, bentuknya mulai dari domba jantan, domba betina, lembu, kalau yang kurang mampu bisa bawa burung (tekukur kalau tidak salah) dan bisa juga tepung. Hal ini dilakukan bisa untuk menghapus dosa, bisa juga untuk ucapan syukur dll. Hal ini mengingatkan saya tentang idul adha.
So, ada banyak kemiripan antaa islam dan Taurat, antara arab (palestine) dan Israel (penduduk israel sebagian besar beragama Yahudi/farisi/Taurat), so, knapa klo mereka perang, Kristen yang di bawa bawa? Sampai gereja di ledakan ???
Mengenai shalat, selain karena saya kurang setuju dengan penggunaan bahasa arab, saya juga agak sulit menerima tujuan gerakan2 dalam shalat. Memang profesor hembing pernah menuliskan keajaiban gerakan2 shalat, namun shalat seharusnya untuk berkomunikasi dengan Tuhan, klo mo sehat saya pergi ke gym saja.
Saya ingin sujud menyembah Dia kalau ada suatau ucapan syukur, duduk, berbicara atau menangis jika saya sedang sedih, atau mungkin berdiri mengacungkan jari tengah jika ada keputusannya yang sulit saya terima (sampe sekarang belum perna sampe begitu si)
The point is, saat beribadah saya ingin bebasberekspresi, tidak terikat suatu liturgi tertentu. Ini yang saya sulit saya lakukan kalau saya beraga Islam

Mengenai kiblat, saya berfikir seharunya Tuhan ada dimana mana, Dia tidak terikat pada suatu tempat, kenapa saat shalat harus menghadap kiblat? Hal ini mengingatkan lagi pada agama Yahudi, saat tabut perjanjian masih ada, umat israel wajib sembahyang ke arah tabut.
Bagaimana kalau kita ada diluar angkasa? Sholatnya kearah mana?
Tuhan seharusnya Maha ada, kita seharunya bebas berdoa, dalam berbagai posisi, in any direction, as long as, hati kita tulus.

Halal haram
Sebenarnya saya Tidak mengerti apa tujuan Tuhan pada perjanjian lama membagi binatang halal-haram (again sama dengan ajaran Islam). Namun puji Tuhan hal itu sudah di hapuskan pada perjanjian baru.
Karena sebenarnya unfair kalau ada binatang yg ditakdirkan untuk haram.
Namun sebagai tenaga kesehatan saya tentu saja setuju dengan ajaran Nabi yang mengharamkan Babi karena mengandung cacing (walaupun sebenarnya dapat hilang dengan pemanasan sempurna, cacing yg sama terdapat pada danging sapi kok) dan tinggi kolesterol berbahaya. Namun seharusnya kalau kalau mau sempurna seharusnya Nabi juga mengharamkan binatang/makanan yng mengandung kolesterol jahat lainnya, spt kuning telur, cumi2, otak, jeroan dsb.
Seharusnya agam dibuat terpisah dari kesehatan., politik dsb. Jangan pernah membuat suatu agama menjadi dasar suatu negara, karena hal tsb akan membawa kehancuran, baik kepada agama dan negara tsb (silahkan belajar dari Katolik dan romawi)
Back to topik
Di Alkitab saya menemukan ayat yg sangat bagus sekali, isinya kurang lbh spt ini” bukan apa yang masuk ke mulut kamu yang membuat kamu haram, apa yang masuk hanya akan keluar ke jamban, tetapi apa yg keluar dari mulut kamu, karena apa yang keluar dari mulut bersumber dari hati”
So,
Percuma klo kita ga sentuh makanan yg haram, spt babi, tapi perkataan kita klo nyumpahin orang keluar smua binatang di bonbin
Ga masalah bagi saya klo kita makan babi, asal di masak dengan baik… makan serat & olahraga dgn cukup (pasti tetap sehat), Tepai menjaga setiap perkataan kita
“not what in guys, but what come out forum ur mouth”

Jihad
Cara Nabi menegakan agama dgn cara berjihad (again mirip dengan Taurat/Yahudi, yang hobi banget perang, please baca perjanjian lama di Alkitab)
Sebagai manusia cinta damai, saya tidak suka perang, perang hanya membawa banyak kehilangan. Saya ngeri melihat poster wanita dan anak2 angkat senjata, sasya sedih melihat itu. Menegakan suatu agama tidak harus dengan perang, ga bisakah Tuhan membela diriNYA Sendiri?
Saya lebih suka kata AA Gym, jihadlah kepada diri sendiri, kepada hawa nafsu. (walau tentu saja saya kecewa berat waktu beliau berpoligami)

Islam dan Sejarah
Sebenarnya ini ga terlalu penting, tapi menarik untuk di cermati
Sebenarnya siapa anak sah dan yang pernah mau di korbankan dari Abram/Abraham/Ibrahim?
Ishak or Ismael?
Hal ini baru saja saya ketahui bbrp bulan yang lalu, saat menonton the discovery channel. Ternayata bukti2 sejarah menunjukan bahwa anak sah dan yang pernah ingin dikorbankan oleh Abraham ialah Ishak. (not Ismael according to AlQuran version, so klo spt ini what do u think guys?)



ISLAM dan keselamatan
Ok
Kita sampai pada intinya, yg paling penting.
Saat kecil saya diberitahu ttg adaya 2 malaikat di pundak kita, yg satu mencatat kebaikan amal ibadah kita , yg lain mencatat kejahatan kita.
Nah di akhirat nanti kita akan melewati jembatan yang lebarnya hanya 1/7 rambutkita, dan kalau timbangan kebaikan kita lbh berat, maka heaven is our reward, klo yg jahat lbh berat, welcome to the hell brother.
Hal ini sangat mengusik saya, karena saya tidak pernah mendapat suatu jaminan tuk masuk surga.
Hal ini tidak terukur guys,
Sama seperti lomba lari, tapi kita ga di kasih tau finishnya dimana? Apakah 1km or 42 km lagi or berapa km lagi?
Di Kristen
Tuhan Yesus mati di kayu salib buat dosa saya, so klo kita percaya sama Dia, mengaku spt Tuhan dan juruslamat, maka kita PASTI di selamatkan.
Dan saya berbuat baik hanya sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, bukan lagi untuk mengejar heaven.

Konsep Yesus mati di kayu salib sebenarnya familiar sekali dengan kehidupan yahudi dan Islam, mengenai korban bakaran pada yahudi atau idul adha, dimana kita membawa binatang untuk mensucikan hidup kita, harta kita.
selain itu Nabi Muhamad sendiri minta terus menerus minta di doakan oleh pengikutnya, hal ini berarti 2hal bagi saya :
1. sepertinya beliau sendiri tida secure dengan keselamatannya,
2. beda dengan Tuhan Yesus malah berdoa untuk pengikutnya (yoh 17, salah satu kesukaan saya). Tuhan Yesus tidak bersikap bossy dengan menyuruh kita berdoa untukNYa, namun malah berdoa buat kita, so sweet isn't?
So
Smoga dgn tulisan ini wawasan kita smakin terbuka..
Peace &
God bless,

12 komentar:

computare mengatakan...

apo lah ko yuang? lai subananyo tu kecek angku? jan sumarang posting se! lai ngarati kecek den ndak?

kini giko se lah, "agamo angku yo agamo angku lo! agamo den agamo den!", jan angku samoan jo agamo angku, kalo ingin mantelaah ayat alqur'an jan nangguang nangguan,

parah angku mah!

mudah mudahan angku dibari kasampatan dapek hidayah

YuKuSa mengatakan...

Semoga Alloh Sang Pencipta Alam Semesta ini yang disebut di taurat, injil & Quran memberikan anda hidayah. Saya mencoba menjelaskan kesalah-pahaman anda terhadap islam sesuai dengan ajaran islam yang dipahami sebagaimana para sahabat Nabi Muhammad memahaminya.

Karena kami diperintah demikian:
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Quran Surah 16 An Nahl, Ayat 125)


Pertanyaannya kita luruskan; bagaimana kita mau mengerti apa yg Alloh maksudkan untuk kita kalau bahasanya dengan bahasa yang tidak dimengerti manusia? Dan Alloh memang menurunkan dengan bahasa yang dimengerti oleh pembawa pesan (Rosul) dan umat manusia yang pertamakali menerima pesan Alloh itu.


“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya” (Quran Surah 14 Ibrahim, Ayat 4)


Memangnya taurat & injil diturunkan berbahasa indonesia dengan tulisan latin sebagaimana injil yang ada dihadapan anda?
Anda perlu pelajari agama anda lebih dalam, taurat & injil yg asli berbahasa ibrani karena dia diturunkan melalui Nabi Musa & Nabi Isa untuk bani Israil keturunan Nabi Ishak bin Ibrahim.
Teks tulisan tangan Perjanjian Lama kuno (berbahasa ibrani) yang utuh sekarang ini adalah Kodeks B19 yang saat ini berada di Perpustakaan di St. Petersburg.
(dari http: //id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Lama)
Teks asli Perjanjian Baru ditulis oleh beberapa orang penulis sekitar setelah tahun 45 M, kemungkinan besar dalam bahasa Yunani Koine (menurut primasi Yunani), lingua franca Kekaisaran Romawi bagian timur. (dari http: //id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Baru)
Perhatian: Waktu penulisan injil terdekat kepada masanya nabi Isa (Yesus) menurut peneliti adalah 45 tahun setelah kematiannya. Dan ini pun masih dalam perselisihan ada yang berpendapat 100 tahun (http: //id.wikipedia.org/wiki/Injil) ada pula yg berpendapat 150 tahun setelah kematian Yesus (http: //id.wikipedia.org/wiki/Alkitab)
Pendapat lain mengatakan bahwa naskah laut mati (dead sea scrolls) lah satu2nya Alkitab yg usianya kurang dari 100 tahun masehi
(http: //id.wikipedia.org/wiki/Gulungan_Laut_Mati)

YuKuSa mengatakan...

Bahasa Arab adalah bahasa yang hidup dan masih dipakai sejak sebelum kelahiran Nabi Muhammad Shollollohu ‘alaihi wasallam hingga sekarang. Dipakai hampir semua negara arab. Sehingga jika ada penyelewengan qur'an, banyak manusia yang akan mengetahuinya. Ini adalah salah satu bentuk penjagaan Alloh atas Quran.

Sedangkan Bahasa Ibrani adalah sebuah bahasa Semitik dari cabang rumpun bahasa Afro-Asia yang merupakan bahasa resmi Israel, dan dituturkan sebagian orang Yahudi di seluruh dunia. Selama 2.500 tahun, bahasa Ibrani hanya dipakai untuk mempelajari Alkitab dan Mishnah saja, ritual, dan doa-doa. Bisa dikatakan bahasa ini merupakan bahasa liturgis saja, mungkin bahkan sebuah bahasa mati. Tetapi pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, bahasa ini lahir kembali menjadi sebuah bahasa sejati dengan para penuturnya. Bahasa ini lalu menggantikan bahasa Arab, bahasa Ladino, bahasa Yiddish dan lain sebagainya sebagai bahasa utama kaum Yahudi sedunia dan di negara Israel kemudian hari. Bahasa Ibrani mirip sekali dengan bahasa Aram dan juga masih mirip dengan bahasa Arab. Bahkan kosakata Ibrani modern, banyak pula meminjam dari bahasa Arab.

Injil yang ada ditangan anda adalah terjemahan, sementara yang ada ditangan umat muslim bisa dijumpai yang bahasa arab plus terjemahannya. Betapa sebuah agama yang sangat transparan.

Mempelajari bahasa arab sangat penting bagi umat islam, arab sebab quran diturunkan kepada nabi Muhammad dalam bahasa arab


“Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) arab?”
(Quran Surah 41 Fushshilat, Ayat 44)


sehingga seorang sahabat Nabi Muhammad, Umar bin Khottob mengatakan “pelajarilah bahasa arab, karena sesungguhnya itu bagian dari agama kalian”. Dan Imam Syafii mengatakan “Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran mereka meninggalkan bahasa arab” (Siyaru A’lamin Nubala 10/74)

Dan memahami Quran sekedar dari terjemahannya saja tidak akan mampu memahami kitab itu seutuhnya dan bisa melenceng pemahamannya, karena bahasa arab memiliki konjungsi (perubahan bentuk) sampai 1000 bentuk.
Semasa Abad Pertengahan bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematika dan filsafah, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab. (http ://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab)
Singkatnya bagi yang ingin benar-benar memahami agama islam haruslah mempelajari bahasa arab.
Quran telah Alloh jamin penjagaanya

Kesadaran memahami kitab suci sebagaimana bahasa kitabnya diturunkan juga disadari umat kristen didunia. Namun tidak seperti islam yang dijamin Alloh kitabnya terjaga, umat kristen mengalami kebingungan dengan dokumen Al-Kitab aslinya.

Tulisan asli para rasul disimpan secara seksama oleh para gereja, namun penyimpanan yang paling seksama pun tidak dapat bertahan terhadap pendudukan Romawi, perjalanan waktu selama 2000 tahun, dan proses disintegrasi. Saat ini tidak ada yang tersisa dari tulisan-tulisan asli tersebut. Manuskrip asli semuanya hilang, meskipun para ahli masih berharap suatu ketika kejadian Gulungan Laut Mati terulang kembali.
(http ://id.wikipedia.org/wiki/Alkitab)

YuKuSa mengatakan...

Tetapi ilmuwan2 kristen tetap berusaha keras mempelajari dari salinan2 untuk merekonstruksi salinan asli para rasul kristen;
Sekarang ini para ahli dapat mempelajari tulisan asli para rasul dari salinan dari salinan yang disalin dengan hati-hati, untuk menentukan keotentisitasan sehingga tiba pada sebuah perkiraan yang sangat dekat dengan dokumen aslinya. Tes yang digunakan untuk menentukan keabsahan salinan yang selamat antara lain:
Tes bibliografis.
Tes bukti internal.
Tes bukti eksternal.
(http ://id.wikipedia.org/wiki/Alkitab)

Namun setelah kitabnya bisa direkonstruksi pun ada umat kristen yang tidak mau mengambil terjemahan dari kristen arus besar, seperti saksi yehuwa dengan kitab injilnya sendiri New World Translation of the Holy Scriptures / NW yang mereka susun dengan menterjemahkan sendiri langsung dari Al-Kitab bahasa ibrani & yunaninya karena mereka menganggap terjemahan itu telah diselewengkan. Mereka dianggap sesat kristen arus besar, karena dari hasil penterjemahan itu mereka mendapat kesimpulan bahwa yesus bukanlah anak Tuhan.
Selain itu banyak yang mulai tergugah untuk mencari tahu keaslian ucapan yesus dalam Al-Kitab yang dipelopori ‘jesus seminar’. Dan keinginan untuk belajar bahasa ibrani agar bisa mempelajari langsung Al-Kitabnya (http: //alkitabiah.wordpress.com/)
Sebagian umat kristen didunia yang peduli dengan kebenaran, tidak mau menerima begitu saja apa yang diucapkan oleh gereja, mulai meragukan terjemahan injil yang beredar. Muncul kesadaran ingin mengetahui seperti apa pesan Alloh dalam bahasa kitab itu diturunkan agar tidak terjadi distorsi bahasa akibat penerjemahan dan penyelewengan karena maksud & tujuan tertentu.
Ini adalah fitrah manusia, dari apa yang dia lihat & teliti dibumi ini tidak mungkin ada begitu saja, pasti ada Sang Pencipta. Dan dia mendengar berita tentang adanya hidup setelah mati, apakah dia menyerahkan nasib dirinya sendiri kepada ucapan manusia lainnya? Dia harus melihat seperti apa pesan Sang Pencipta itu dalam kitabNya.

Dalam kitab Al-Qur’an yang mulia hal ini telah dikabarkan;


“Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.” (Quran Surah 41 Fushshilat, Ayat 44)

YuKuSa mengatakan...

Tetapi ilmuwan2 kristen tetap berusaha keras mempelajari dari salinan2 untuk merekonstruksi salinan asli para rasul kristen;
Sekarang ini para ahli dapat mempelajari tulisan asli para rasul dari salinan dari salinan yang disalin dengan hati-hati, untuk menentukan keotentisitasan sehingga tiba pada sebuah perkiraan yang sangat dekat dengan dokumen aslinya. Tes yang digunakan untuk menentukan keabsahan salinan yang selamat antara lain:
Tes bibliografis.
Tes bukti internal.
Tes bukti eksternal.
(http ://id.wikipedia.org/wiki/Alkitab)

Namun setelah kitabnya bisa direkonstruksi pun ada umat kristen yang tidak mau mengambil terjemahan dari kristen arus besar, seperti saksi yehuwa dengan kitab injilnya sendiri New World Translation of the Holy Scriptures / NW yang mereka susun dengan menterjemahkan sendiri langsung dari Al-Kitab bahasa ibrani & yunaninya karena mereka menganggap terjemahan itu telah diselewengkan. Mereka dianggap sesat kristen arus besar, karena dari hasil penterjemahan itu mereka mendapat kesimpulan bahwa yesus bukanlah anak Tuhan.
Selain itu banyak yang mulai tergugah untuk mencari tahu keaslian ucapan yesus dalam Al-Kitab yang dipelopori ‘jesus seminar’. Dan keinginan untuk belajar bahasa ibrani agar bisa mempelajari langsung Al-Kitabnya (http: //alkitabiah.wordpress.com/)
Sebagian umat kristen didunia yang peduli dengan kebenaran, tidak mau menerima begitu saja apa yang diucapkan oleh gereja, mulai meragukan terjemahan injil yang beredar. Muncul kesadaran ingin mengetahui seperti apa pesan Alloh dalam bahasa kitab itu diturunkan agar tidak terjadi distorsi bahasa akibat penerjemahan dan penyelewengan karena maksud & tujuan tertentu.
Ini adalah fitrah manusia, dari apa yang dia lihat & teliti dibumi ini tidak mungkin ada begitu saja, pasti ada Sang Pencipta. Dan dia mendengar berita tentang adanya hidup setelah mati, apakah dia menyerahkan nasib dirinya sendiri kepada ucapan manusia lainnya? Dia harus melihat seperti apa pesan Sang Pencipta itu dalam kitabNya.

Dalam kitab Al-Qur’an yang mulia hal ini telah dikabarkan;


“Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.” (Quran Surah 41 Fushshilat, Ayat 44)

YuKuSa mengatakan...

Saat seorang umat kristen mengalami kegamangan, tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali percaya tapi bingung bagaimana dia harus meyakinkan dirinya sendiri agar percaya bahwa dia benar2 selamat dikehidupan selanjutnya, bahwa dosanya benar2 telah ditebus yesus.

Tapi umat islam beruntung karena Alloh telah menjamin penjagaan Qur’an dari penyelewengan;


Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Quran Surah 15 Al Hijr 9)


Jika ada hal-hal yang meragukannya dia telah ada panduan yang jelas, kembali ke Quran & sunnah;


Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Quran Surah 4 An Nisaa 59)


Seharusnya agama dari Sang Pencipta adalah ajaran yang mudah dicerna oleh semua manusia.
Ajaran kristen yang mengatakan yesus anak tuhan diutus oleh Tuhan kebumi sebagai penebus dosa umat manusia, sehingga dia harus disalib, dicaci oleh manusia. Dan Yesus Adalah tiga yang satu dengan Dia. Jadi yang disalib itu yesus tapi sebenarnya Dia juga… bagaimana logika sehat harus menerima ini? Bagaimana seorang umat kristiani bisa benar2 yakin bahwa dosanya benar2 telah diampuni?


“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.”
(Quran Surah 4 An Nisaa, Ayat 123)

YuKuSa mengatakan...

Sebaliknya ajaran islam;


Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. (Quran Surah 6 Al An’aam 94)



Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. (Quran Surah 36 Yaasiin 54)


Konsepnya sangat sederhana, apa yang kamu kerjakan maka kamu akan mendapat pahala.
Anak-anakpun mudah memahaminya, ibarat bermain game; semakin banyak poin yang anda kumpulkan semakin tinggi nilai anda!
Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wasallam mengabarkan surga paling tinggi adalah surga firdaus;


Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (Quran Surah 23 Al Mu’minuun 10,11)

YuKuSa mengatakan...

Semua masalah yang anda sebutkan tentang umat islam adalah karena kejahilan (kebodohan) dan jauhnya mereka terhadap agama dan sunnah RasulNya.
Termasuk pula kata 'Kami' di Al Qur’an menunjukkan kebodohan pemahaman. Itu adalah dhomir (kata ganti) yang bisa dipakai untuk tunggal & jamak.
Buktinya karena dalam Al Qur’an inti isinya adalah perintah tentang memurnikan ketaatan kepada diriNya yang satu.


Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. .(Quran Surah 112 Al Ikhlash 1)



Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (Quran Surah 4 An Nisaa 171)


Jika ingin mengetahui tentang ajaran islam yang sebenarnya sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW, tanyalah kepada muslimin yang benar2 berusaha mengikuti beliau dengan baik, memahami islam sebagaimana para sahabat Rasulullah memahaminya, karena mereka inilah yang diridhoi Alloh. sebagaimana Alloh kabarkan;


Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar (Quran Surah 9 At Taubah 100)



Alloh mengutus Nabi Muhammad membawa islam tujuannya hanya satu; agar Alloh saja yang disembah. Meluruskan penyimpangan2 ahli kitab (yahudi & nasrani) yang mengatakan Allah punya anak.
Orang-orang Yahudi berkata:


"Uzair putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (Quran Surah 9 At Taubah 30)



Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”
(Quran Surah 23 Az Zumar 11)

YuKuSa mengatakan...


Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu.
Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).
Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.
(Quran Surah 28 Al Qashash 52,53,54)



Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri.(Quran Surah 29 Al Ankabuut 46)


Kata terakhir, Alloh Sang Pencipta Alam Semesta ini yang disebut di taurat, injil & Quran telah berpesan;


Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"
(Quran Surah 7 Al Araaf 171,172)



Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.
(Quran Surah 3 Ali Imran 83)

Naimah ahmad mengatakan...

sangkaan penulis ni hanya menurut hatinya kotornya sahaja, aku tak rasa dia pernah islam, dia memang kristen yg berpura2 buat cerita ni utk menggoda umat islam supaya keluar dari agama, semua yg ditulis diatas adalah tidak benar, so, fahami dengan akal, jgn fahami dengan nafsu, kerna nafsu mudah ditawan oleh syaitan palila kamu mengabaikan akal yg tuhan beri.....

Lanjar Ristiawan mengatakan...

Dengan Ilmu hidup akan menjadi mudah. Dengan seni hidup akan menjadi indah.dan,
Dengan agama hidup akan menjadi terarah.
Jika yesus tuhan kenapa waktu di tiang salib beliau berkata ELI ELI LAMA SABAKTANI. TOLONG DI JELASKAN!
HIDAYAH AKAN DATANG BAGI ORANG2 YNG MAU BERFIKIR DENGAN MENGGUNAKAN AKALNYA! KARENA ALQUR'AN DITURUNKAN HANYA BAGI ORANG2 YANG BERAKAL DAN MAU MENGGUNAKA AKALNYA DENGAN BENAR TENTANG KEBESARAN ALLAH SWT
KAMI ORANG ISLAM SANGAT2 MEMULYAKAN YESUS (ISA AS).TIDAK SEMPURNA IMAN SEORANG MUSLIM TANPA MEMPERCAYAI NABI2 ALLAH TERMASUK YESUS (AS). DIA ADALAH ROSUL YG SANGAT KAMI MULYAKAN.....

Lanjar Ristiawan mengatakan...

Injil Markus. 12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
DARI AYAT INJIL DI ATAS APAKAH ENGKAU (UMAT KRISTEN) MASIH MENUHANKAN YESUS.
SEMOGA MENDAPAT HIDAYAH JIKA ENGKAU BENAR2 ORANG YANG BERFIKIR.