Senin, 28 Maret 2011

ramadhan membawa berkah?


skrg gw mo share apa yg gw rasakan selama bulan Ramadhan. mungkin terkesan flame, tapi ini apa yg gw rasakan. semoga teman2 muslim bisa ambil hikmahnya dan mencari solusi.

1. Ramadhan dan kekerasan.
setiap tahunnya, ramadhan di awali dengan banyaknya tindak kekerasan yaitu razia miras dll. padahal
1. kenapa hanya ramadhan? seharusnya, idealnya, setiap harinya negara kita harus bersih dari judi alkohol dan prostitusi
2. namun yang paling penting :tidak seorangpun berhak merazia kecuali aparat penegak hukum. ingat kita negara hukum, tidak boleh main hakim sendiri.

muslim mungkin menjawab itu adalah ulah oknum yg tidak mengerti ajaran Islam. anda jelas2 salah. tindakan itu terjadi di banayk kota di seluruh indonesia. masakah tindakan orang itu semuanya salah? tidak, Islam lah yg salah, penuh dengan ayat2 teror. kekerasan yang di lakukan oleh Muslim terjadi di banyak kota di Indonesia. dan di banyak negara di Dunia, kalau yang salah hanya oknum, harusnya tindakan itu sedikit, dan tidak luas.

2. ramadhan dan pemborosan.

saat Ramadhan inflasi meningkat, harga2 naik, inikah
yang di maksud rahmat dalam kamus Islam?

orang2 berlomba2 membeli makanan yg khusus, yg enak2. pemborosan terjadi dimana. anda boleh bilang lagi itu muslim yg tidak mengerti Islam. tapi ini terjadi di mana2, buka mata anda lebar2, lihat pusat2 perbelanjaan, kalau asumsi anda benar, maka hampir seluruh muslim tidak mengerti Islam dengan baik? mengelikan sekali.

pemborosan jam kerja juga terjadi. teman2 ktr saya sudah meninggalkan kantor jam 3 untuk mencari makanan untuk berbuka, dan jam 5 kembali untuk absen pulang. memang mereka tidak makan siang, tapi perhatikan dari jam 3 ke jam 5 itu 2 jam, sedangkan makan siang hanya 1 jam biasanya, jadi kantor di rugikan 1 jam, di kalikan jumlah karyawan, berarti ada ribuan jam yg hilang. sungguh suatu pemborosan.
hal ini juga terjadi di kantor saya sebelumnya.

orang puasa marathon sebulan penuh juga menurunkan performa kerja mereka. tidak heran, setiap bulan puasa, sales pasti menurun, di setiap sektor (kecuali obat maag). inikah arti baru dari bulan penuh rahmat, yaitu inefisiensi?


slain itu (walau ini hak azazi),
tapi kemanakah para pedagang makanan selama puasa? bagi lajang dengan ortu mantan wanita karir, selama awal2 puasa berat bagi kami yang tidak pernah dan bisa masak. mereka harus makan apa jika tidak dagang?
mengenai makanan,
waktu di gorontalo, smua resto ga bisa dine in waktu puasa, bisa nya take away. muslim minta mereka di hargai, TAPI mereka TIDAK merhagai yang tidak puasa.
satu2nya hal positif yg saya rasakan ialah, macet jakarta menjadi berkurang. dear muslim, harap terima ini sebagai masukan,
cobalah untuk memperbaikinya, jika memungkinkan.
jika tidak saya maklum kok, memang ajarannya sudah seperti itu, mo di apain lagi? dan setiap tahun kita akan selalu mengalami seperti ini, tidak heran indonesia tidak maju2.

Tidak ada komentar: