Jumat, 11 Januari 2008

BEDA itu BIASA



masih terkait dengan artikel saya BE ORIGINAL, sebenarnya, kita smua harus belajar menghargai perbedaan-perbedaan kita. jangan berusaha memaksakan semua orang kedalam kotak kecil anda. dan jangan izinkan siapapun mengekang gaya anda. tentu saja kita dapat selalu belajar dari otang lain, dan kadang kadang kita perlu untuk berubah. Tetapi anda tidak perlu merasa tidak aman karena anda tidak memiliki ciri-ciri jasmani, emosional atau intelektual yang dimiliki orang lain.

beberapa waktu yang lalu saya mendengar seorang teman saya memberitahukan bagaimana ia setiap pagi bangun untuk berdoa selama dua jam setiap hari. pikiran pertama saya ialah, saya tidak pernah bagun sepagi itu dan saya tidak pernah berdoa hingga dua jam setiap hari. semakin saya memikirkannya, perasaan saya semakin buruk.
akhirnya saya dapat mengendalikan perasaan saya dan berkata " itu bagus baginya, tetapi syukur kepada Tuhan itu tidak bagus bagi diriku". aku akan berlalri dalam perlombaan aku sendiri, dan aku tidak akan merasa buruk tentang diriku hanya karena aku tidak melakukan apa yang ia lakukan."

jangan mengira bahwa anda harus menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain, demikian juga, jangan marah saat orang -orang lain tidak sesuai dengan keinginan anda.

hanya karena sesuatu berhasil bagi orang lain tidak berarti itu akan berhasil bagi anda, dan sebaliknya, saat sesuatu berhasil bagi anda, bukan berarti itu berhasil bagi orang lain.

jadilah diri anda sendiri, jadilah yang terbaik semampu anda, jangan biarkan orang lain mendikte anda,dan jangan buat orang lain menjadi diri anda, karena BEDA ITU BIASA, dan TUHAN suka keragaman.


notes special 4 FFI :
bertentangan dengan artikel diatas, dan nature Tuhan yang suka keberagaman, serta free will yang telah DIA berikan. Islam sangat tidak toleran dengan perbedaan. dari mulai tata cara ibadahnya, yang penuh dengan protokoler, hingga doktrin kerasnya terhadap non-muslim.
Q.8:65
Wahai Nabi, perangsangkanlah orang-orang yang beriman itu untuk berperang. Jika ada di antara kamu dua puluh yang sabar, nescaya mereka dapat menewaskan dua ratus orang (dari pihak musuh yang kafir itu) dan jika ada di antara kamu seratus orang, nescaya mereka dapat menewaskan seribu orang dari golongan yang kafir, disebabkan mereka (yang kafir itu) orang-orang yang tidak mengerti
.

Tidak ada komentar: